Apakah Semprotan Disinfektan Efektif Membunuh Virus?

Strain baru virus Corona, yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, telah menewaskan 426 orang. Situasi ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia, seperti Organisasi Kesehatan Dunia, menjadi darurat kesehatan global. Pemerintah Indonesia telah menggunakan jasa semprot disinfektan upaya untuk mencegah virus masuk ke negara itu karena banyak orang Indonesia saat ini datang dari Wuhan

Caranya dengan menyemprotkan desinfektan pada jenazah WNI yang tiba di Nachona beberapa hari lalu. Namun, metode ini menimbulkan pertanyaan dari penonton. Benarkah menyemprotkan antiseptik pada tubuh efektif membunuh virus Corona? Cek harga jasa penyemprotan disinfektan.

Disinfektan. Apakah itu efektif dalam membunuh virus?

Pengguna media sosial tidak hanya dari otoritas lokal tetapi dari seluruh dunia sedang membahas efektivitas penyemprotan pembersih ini ke tubuh. Beberapa mengklaim bahwa penggunaannya untuk membunuh virus yang terkait dengan tubuh efektif, tetapi banyak yang mempertanyakan keakuratan informasi ini.
Memang benar fungsi cairan desinfektan adalah untuk mengeluarkan virus dan bakteri dari dalam tubuh, dalam hal ini bahan yang dibawa oleh WNI dari Wuhan ke Indonesia. Meskipun antiseptik memperlambat penyebaran virus, penggunaannya di dalam tubuh tidak 100% efektif.

Karena ketika orang Indonesia ini datang ke pedesaan, mereka mengenakan apa saja mulai dari pakaian dalam, kemeja dan kaos hingga jaket. Pada saat yang sama, semprotan hanya terfokus pada bagian luar tubuh, yang juga dikenal sebagai pakaian luar, dan bukan pada bagian dalam seluruhnya. SPPD-KPTI AR Juvita Nelwan adalah pakar infeksi dan penyakit tropis di Metropolitan Medical Center Hospital.
Ernie menambahkan, teknik penyemprotan yang dilakukan tenaga medis oleh WNI yang melakukan perjalanan dari Wuhan tidak bisa sepenuhnya mematikan virus. Pembersihan internal lebih efektif karena pakaian tidak menempel di tubuh dan cairan pembersih langsung masuk ke dalam tubuh.

Antiseptik, yang sering digunakan sebagai pembersih lantai, efektif membunuh virus dan kuman penyebab penyakit. Namun, ini hanya bekerja pada permukaan yang keras dan tidak berpori. Sedangkan cairan pembersih yang disemprotkan pada WNI yang tiba di Indonesia dirancang khusus untuk masyarakat dan seringkali tidak digunakan untuk membersihkan lantai. Demikian dikatakan Ahmed Oriento, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Meski diklaim efektif membunuh virus, ternyata virus ini tidak mengandung virus corona terbaru atau 2019-nCov. Perlu dicatat bahwa ada banyak jenis virus Corona, dan perlu dicatat bahwa disinfektan ini hanya efektif di bawah tekanan saat ini, meskipun efektivitasnya pada jenis baru Coronavirus dipertanyakan. Penelitian lebih lanjut tentang penggunaan pembersih ini sangat penting.

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles

Pemanggang Roti Listrik Bread Toaster Pop Up Advance T8866

Kegiatan memasak semakin dimudahkan oleh kehadiran alat-alat elektronik canggih dengan berbagai fungsi yang ditawarkan. Salah satu jenis alat elektronik yang menawarkan kemudahan dalam aktivitas...

Sering Buat Resah Masyarakat! Berikut Ideas Aman Memilih Pinjaman On-line Versi Otoritas Jasa Keuangan Ojk

Untuk itu, lakukan riset mendalam untuk tiap aplikasi pinjaman online. Jangan terburu-buru memutuskan, apalagi termakan promo tidak jelas. Berkaitan dengan aktivitas kredit ini, Anda...

Ketahui Harga Sewa Elf Jakarta Jogja Yang Murah Dan Terpercaya

Harga sewa elf jakarta jogja yang murah dengan sarana yang lengkap. Ada dengan bermacam opsi, dapat sewa mobil serta sopir, ataupun mobil,...

Tips Memilih Jasa Sewa Elf Jakarta Murah

harga sewa elf jakarta murah? Tentu sewaelfjakarta.web.id jawabannya. Dapat berlibur bersama keluarga, sahabat / rekan kerja merupakan kegiatan yg sangat baik buat...

Tips Mengajukan Pinjaman On-line

Otoritas Jasa Keuangan untuk melihat apakah pinjol yang akan digunakan sudah terbukti berkualitas atau tidak. Selain itu, OJK tidak menyarankan masyarakat menggunakan prinsip gali...

Newsletter